Pendidikan Bahasa Indonesia UIR Pionir Kurikulum 2013

Dari 36 program studi (prodi.) di seluruh fakultas di lingkungan Universitas Islam Riau (UIR), Prodi. Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) yang pertama kali melaksanakan seminar Kurikulum 2013. “Kita menjadi pionir,” kata Dr. Sudirman Shomary, M.A., saat membuka seminar tersebut di Aula Soeman HS, Fakultas Hukum, UIR (19/12).

SAM_6220S

Seminar yang menjadi rujukan penentuan bidang keahlian itu menghadirkan pembicara: Dr. Sudirman Shomary, M.A., (bidang sastra) Rooziah, S.Pd.,M.A., (bidang bahasa) dan Wahyudi El Panggabean (bidang jurnalistik). Ketiga pembidangan–dengan masing-masing bidang  terkonsentrasi dalam 6 mata kuliah dengan bobot 12 SKS–menjadi pilihan bagi mahasiswa semester 1. Bertindak sebagai moderator, Karsinem Subowo, M.Pd.

“Perkuliahan untuk keahlian ini dimulai semester 2, Januari tahun depan,” kata Rooziah yang juga Ketua Prodi. Pendidikan Bahasa Indonesia, FKIP-UIR itu. Dengan keahlian tersebut, demikian Rooziah, mahasiswa tidak hanya dibekali ilmu sebagai guru. Juga skill di bidang yang dipilih.

Dr. Sudirman, M.A., (berkacama mata) & Abdul Kadir
Dr. Sudirman, M.A., (berkacama mata) & Abdul Kadir

“Disamping menjadi guru, kelak mereka diharapkan bisa sebagai sastrawan, pembicara atau  jadi jurnalis,” kata magister alumni Universitas Kebangasaan, Malaysia itu, di hadapan sekitar 200-an peserta.

Sudirman mengapresiasi prosfek sastrawan di masa depan yang  sangat menjanjikan, sebagai profesi alternatif bagi sarjana  Pendidikan Bahasa Indonesia. “Sastrawan merupakan keahlian yang membanggakan serta menggiur,” tutur Wakil (2)  Dekan FKIP-UIR itu.

SAM_6235

Wahyudi El Panggabean berbicara dari aspek korelasi jurnalisme dengan ilmu bahasa sebagai bagian ilmu soasial yang mengabdi kepada kebenaran ilmu. Kecintaan pada kebenaran bagi mahasiswa kata Wahyudi harus dilatih melalui pendalaman ilmu dan tugas-tugas jurnalis yang bertumpu pada perburuan informasi dan rekonstruksi fakta-fakta peristiwa.

“Jika mahasiswa terlatih berburu fakta kebenaran informasi mereka akan terbiasa dengan kejujuran,” kata Direktur Lembaga Pendidikan Wartawan Pekanbaru Journalist Center dan staf pengajar di FKIP-UIR itu. “Jujur dan kreatif, dua basis yang harus didoktrin-kan kepada mahasiswa melalui mata kuliah bidang jurnalisme itu,” tutur wartawan senior itu.

SAM_6217

Menurut Abdul Kadir, Bupati HIMA (Himpunan Mahasiswa) Prodi. Pendidikan Bahasa Indonesia,  seminar  ternyata cukup  membantu memberi solusi bagi mahasiswa menentukan pilihan. “Mereka tidak lagi bingung,” kata Kadir, mahasiswa semeter 7 itu.

Usai seminar,  mahasiswa langsung menentukan pilihan. Yang memilih bidang bahasa ada 84 orang, bidang jurnalistik ada 74 orang dan selebihnya memilih bidang sastra sekitar 60 orang. “Dengan seminar ini saya menjadi jelas dan memiliki sikap untuk memilih,” ungkap Febriyan mahasiswa semester 1 yang juga ketua pelaksana seminar itu. (set)

About majalah fbi 175 Articles
Kantor Hukum: Asmanidar H. Zainal, SH Perum. Taman Dutamas, Blok H3 No. 7 Pekanbaru

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*