Tebar Program Ala Caleg

 kampanye

MUSIM mencalonkan diri sebagai wakil rakyat, tiba lagi. Mengadu peruntungan di dunia politik, syukur-syukur, takdir baik berpihak. Berarti, nasib bisa berubah sekejap. Status ekonomi bisa drastis meningkat.Toh, dalam hidup ini, apapun bisa terjadi. Lumayan….

Tidak semua caleg (calon anggota legislatif) kita yang kini tengah “berjuang” untuk bisa duduk di kursi empuk gedung megah itu memiliki pola pikir demikian, tentu saja. Ada juga yang “maju” dengan misi mulya, semata-mata untuk memperjuangkan nasib rakyat yang diwakilinya. Yang kelak, memilihnya.Walau jumlah mereka yang tengah berkompetisi di dunia politik itu, tidak lebih banyak, kita yakini itu ada orangnya.

Terlepas dari itu, mari sekadar berkilas balik ke masa silam. Khususnya buat para wakil kita yang “duduk” sebagai wakil rakyat di DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah) Riau. Sebagian dari mereka, kini, apa boleh buat, bukan lagi duduk tetapi sudah “teduduk” lesu di kamar hotel prodeo alias penjara atas tuduhan korupsi. Jumlah mereka juga lumayan banyak sekitar 17 persen dari total jumlah anggota DPRD Riau, 55 orang. Ironis juga.Kita turut prihatin.

Lebih ironis lagi, kalau kita saksikan, ketika mereka masih berjaya dulu. Mulai saat era kampanye sampai  saat mereka masih menjabat anggota DPRD Riau. Langgam dan gaya mereka yang sangat “merakyat” dan bicara yang tendensius berpihak pada kepentingan rakyat. Yah…, setidaknya saat diekspos di media massa. Intinya, betapa kejujuran dan karifan menjadi sikap mereka.

Demikian juga saat mereka kampanye: adu tebar program di tengah khlayak menunggu riuh tepuk tangan. Menebar janji dan rencana super muluk di tengah peluh keringat rakyat yang akhirnya rela memilih mereka kemudian mengamanahi mereka jabatan sebagai wakil rakyat. Tetapi, kenapa kemudian mereka mengkhianati rakyat dengan korupsi? Tindakan itu pula kemudian seketika mengubah status mereka dari wakil rakyat menjadi koruptor dan terpidana. Lantas, bagaimana dengan janji yang menjadi program mereka dulu?

Kita doakan agar “ketelanjuran” itu berhasil memberi pembelajaran bagi mereka untuk bersikap lebih baik.

Kini, ribuan caleg kembali berbondong-bondong menggantikan posisi para pendahulu yang telah mengkhianati rakyat itu. Di Riau sosok para caleg dengan mengusung ambisi tidak kalah “seru’ dari daerah-daerah lain di nusantara. Dengan semangat baja bermodal hak asasi sebagai warga negara,  mereka akan  “bertempur” merebut hati rakyat. Adu tebar program yang dibungkus dengan janji muluk, terulang lagi.Muaranya, tergantung kepada kita sebagai pemilih.  Kita berharap tidak akan memilih yang terbaik dari yang terburuk. Sebab, dengan wakil rakyat yang lebih berkualitas, cita dan harapan kita juga akan lebih terpicu dan segera mewujud. Semoga! 

HAMDAN

PASIR PENGARAIAN, ROKAN HULU

Leave a Comment